Jumat, 13 Januari 2012

Definisi Komunikasi

Definisi Komunikasi – Dalam kehidupan bermasyarakat kita selalu berkomunikasi untuk menjalin sebuah hubungan. Karena dengan adanya komunikasi kita akan mengetahui tentang sesuatu hal masing-masing antara satu dengan yang lainnya. Sebenarnya, apa pengertian dari komunikasi itu sendiri? Sehingga dalam kehidupan bermasyarakat sangat di perlukan untuk saling berkomunikasi? Apa pula tujuan dari komunikasi?. Sebelum membahas lebih jauh tentang pengertian komunikasi, terlebih kita pelajari dahulu mengenai Istilah komunikasi, yaitu Komunikasi berasal dari kata Latin Communicare atau Communis yang berarti sama atau menjadikan milik bersama. Kalau kita berkomunikasi dengan orang lain, berarti kita berusaha agar apa yang disampaikan kepada orang lain tersebut menjadi miliknya. Secara lebih spesifik, pengertian atau definisi komunikasi dapat disimpulkan dari berbagai istilah komunikasi berdasarkan pencetusnya.
Onong Cahyana Effendi;
Komunikasi adalah proses penyampaian pesan oleh seseorang kepada orang lain untuk memberitahu, mengubah sikap, pendapat, atau perilaku, baik secara lisan (langsung) ataupun tidak langsung (melalui media)
Harold Laswell
Komunikasi adalah gambaran mengenai siapa, mengatakan apa, melalui media apa, kepada siapa, dan apa efeknya.

Etika Profesi TIK

1.       Tindakan Kriminal di bidang TIK

o    Pengrusakan atau tindak kekerasan terhadap website
o    Tidak mengakui penyerangan yang dilakukan terhadap  websites dan online services
o    Pencurian data pelanggan 
o    Pencurian electronic intellectual property
o    Pencurian melalui Internet dan jasa telepon
o    Sabotase data atau jaringan
o    Pelanggaran terhadap sistem finansial dan keamanan on-line
o    Pembobolan, intersepsi  ilegal dan pencurian ID
o    Pelanggaran  terhadap sistem pembayaran melalui kartu dan transfer dana secara elektronik
o    Pornografi /Pornografi anak; cyber-stalking
o    Judi /taruhan secara on-line
o    Spionase komersial/korporasi
o    Persekongkolan dan komunikasi konspirasi kriminal
o    Penggangguan terhadap jasa jaringan-jaringan penting atau esensial

2.       Etika

w  Apa yang dimaksud etika?
o    Kode 
o    Sekumpulan prinsip-prinsip
o    Mengenai benar dan salah
o    Digunakan dalam penilaian atau tindakan/perilaku
w  Orang-orang umumnya bersifat etis hampir di setiap waktu
w  Digunakan dalam berpikir kritis, baik secara sadar atau tidak sadar

3.       Pengertian etika

o    Etika adalah tujuan dari kehidupan yang lebih baik dengan dan untuk orang lain, dalam lembaga yang bersangkutan (Paul Ricour)
o    Teori yang menyediakan aturan atau prinsip-prinsip umum yang digunakan dalam pembuatan keputusan-keputusan moral dan, tidak seperti lembaga pada umumnya, menyediakan justifikasi bagi aturan-aturan tersebut (Deborah Johnson).

4.       Karakteristik Etika

o    Kehidupan, kehidupan bersama
o    Bersifat sosial, kolektif
o    Mencakup aspek-aspek solidaritas, seperti  budaya, kebudayaan, dan tradisi (yang bersifat relatif dan tergantung pada komunitas ybs)

5.       Etika Versus Moral

o    Etika merupakan categorical imperative – tindakan seseorang dikategorikan baik atau buruk berdasarkan nilai-nilai komunitas .
o    Moral atau moralitas merupakan hypothetical imperative – tindakan seseorang ditentukan oleh hipotesis yang mendorong dirinya melakukan suatu tindakan

6.       Moral atau Moralitas

o    Mencakup serangkaian prinsip-prinsip penilaian dan tindakan yang tertanam dalam kesadaran diri yang dilandasi oleh pengetahuan tentang apa yang dianggap “baik”
o    Cenderung berada di dalam domain norma, baik yang sifatnya teoritis maupun universal, yang tertanam di dalam  kesadaran yang dapat menunjukkan integritas “seseorang”
o    Merupakan bagian dari otonomi seseorang dibanding dimensi solidaritas

7.       Indikator Profesi (Benveniste, G. (1987) Professionalizing the Organization)

o    Aplikasi ketrampilan berdasarkan pengetahuan khusus
o    Persyaratan pendidikan dan pelatihan tingkat lanjut atau “advanced
o    Ujian formal kompetensi dan admisi yang terkontrol
o    Keberadaan asosiasi profesi
o    Keberadaan pedoman perilaku (code of conduct) atau etika
o    Keberadaan komitmen atau tuntutan atau rasa tanggungjawab untuk melayani publik.

8.       Indikator Profesionaliseme

o    Terlatih dengan baik (well-trained)
o    Sangat berkualitas
o    Mampu bekerja keras dan mandiri dalam memenuhi kebutuhan clients
o    Dapat dipercaya (sesuai dengan gelar yang dimiliki)

9.       Istilah lain dari Kode Etik Profesi

o    Code of conduct
o    Code of ethics
o    Guidelines
o    Charter
o    Code of professional conduct

10.      Fungsi Kode Etik Profesi

1.       Membantu anggota profesi untuk mengevaluasi tindakan alternatif dan membuat pilihan-pilihan yang lebih baik.
2.       Mendidik anggota profesi baru melalui sharing pengalaman, pengetahuan, dan nilai-nilai
3.       Memonitor profesi dengan menunjukkan perilaku mana yang etis dan tidak etis
4.       Membantu anggota profesi dalam menghadapi tekanan dari pihak lain – clients, pemerintah, dsb.
5.       Membantu lembaga-lembaga legislatif, administratif, dan judicial dengan menunjukkan basis penyelesaian masalah diantara anggota profesi atau antara anggota profesi dengan pihak lain
6.       Sebagai acuan evaluasi publik
7.       Meningkatkan reputasi profesi dan kepercayaan publik serta mencegah terjadinya bias dalam tindakan-tindakan anggota profesi
8.       Fungsi-fungsi lainnya

11.      Komponen Lembaga Profesional

1.       Kode Etik
2.       Bidang umum pengetahuan
3.       Proses sertifikasi
4.       Standard kerja profesional

Let’s view these components as if they were legs. Imagine yourself standing on the table you’re sitting at. Remove any one of the table legs, and the table would quickly collapse.
Think of a professional body (any professional body, not just ISACA) as resting upon these four supporting components. Remove any one component, and the profession would experience the same collapse.
What are these four components?
o    Code of ethics to define what is expected of members.
o    Body of knowledge which is common to all of the members (e.g. law, medicine, auditing, etc.).
o    Means  of indicating to the outside world which people are accredited by the organization – the CISA, in our case and finally,
o    Bodies that wish to be regarded as a profession define or adopt standards by which the quality of a member’s work may be judged.

12.   Kode etik profesi bidang TIK

Professional ethics concerns:
o    One’s conduct of behaviour and practice while doing professional work,
o    Relations with peers in the work place,
o    Conduct of duties towards the employer,
o    Obligations towards the customer,
o    Responsibility for the future of the profession at large.
o    Responsibility for the wellbeing of the society at large.

13.   IEEE Code of Ethics (IEEE CoE 2006)

We, the members of the IEEE, in recognition of the importance of our technologies in affecting the quality of life throughout the world, and in accepting a personal obligation to our profession, its members and the communities we serve, do hereby commit ourselves to the highest ethical and professional conduct and agree:
o    To accept responsibility in making decisions consistent with the safety, health and welfare of the public, and to disclose promptly factors that might endanger the public or the environment;
o    To avoid real or perceived conflicts of interest whenever possible, and to disclose them to affected parties when they do exist;
o    To be honest and realistic in stating claims or estimates based on available data;
o    To reject bribery in all its forms;
o    To improve the understanding of technology, its appropriate application, and potential consequences;
o    To  maintain and improve our technical competence and to undertake technological tasks for others only if qualified by training or experience, or after full disclosure of pertinent limitations;
o    To seek, accept, and offer honest criticism of technical work, to acknowledge and correct errors, and to credit properly the contributions of others;
o    To treat fairly all persons regardless of such factors as race, religion, gender, disability, age, or national origin;
o    To avoid injuring others, their property, reputation, or employment by false or malicious action;
o    to assist colleagues and co-workers in their professional development and to support them in following this code of ethics.

14.   ACM Code of Ethics

ACM enacted in 1972:
o    Code of Professional Conduct, and,
o    Procedures for its Enforcement.
It consisted of the following five canons, each of which was further stipulated in terms of Ethical Considerations and Disciplinary Rules:
o    An ACM member shall act at all times with integrity.
o    An ACM member should strive to increase his competence and the competence and prestige of the profession.
o    An ACM member shall accept responsibility for his work.
o    An ACM member shall act with professional responsibility.
o    An ACM member should use his special knowledge and skills for the advancement of human welfare.
ACM Code of Ethics and Professional Conduct was adopted by ACM Council in 1992 as a major overhaul of the earlier code.
It consists of a Preamble and four sections:
o    General Moral Imperatives
o    More Specific Professional Responsibilities
o    Organizational Leadership Imperatives
o    Compliance with the Code

15.   General Moral Imperatives

As an ACM member I will ….
1.1.     Contribute to society and human well-being.
1.2.     Avoid harm to others.
1.3.     Be honest and trustworthy.
1.4.     Be fair and take action not to discriminate.
1.5.     Honor property rights including copyrights and patent.
1.6.     Give proper credit for intellectual property.
1.7.     Respect the privacy of others.
1.8.     Honor confidentiality.

16.   More Specific Professional Responsibilities

As an ACM computing professional I will ….
2.1.     Strive to achieve the highest quality, effectiveness and dignity in both the process and products of professional work.
2.2.     Acquire and maintain professional competence.
2.3.     Know and respect existing laws pertaining to professional work.
2.4.     Accept and provide appropriate professional review.
2.5.     Give comprehensive and thorough evaluations of computer systems and their impacts, including analysis of possible risks.
2.6.     Honor contracts, agreements, and assigned responsibilities.
2.7.     Improve public understanding of computing and its consequences.
2.8.     Access computing and communication resources only when authorized to do so.

17.   Organizational Leadership Imperatives

As an ACM member and an organizational leader, I will ….
3.1.     Articulate social responsibilities of members of an organizational unit and encourage full acceptance of those responsibilities.
3.2.     Manage personnel and resources to design and build information systems that enhance the quality of working life.
3.3.     Acknowledge and support proper and authorized uses of an organization’s computing and communication resources.
3.4.     Ensure that users and those who will be affected by a system have their needs clearly articulated during the assessment and design of requirements; later the system must be validated to meet requirements.
3.5.     Articulate and support policies that protect the dignity of users and others affected by a computing system.
3.6.     Create opportunities for members of the organization to learn the principles and limitations of computer systems.

18.   Compliance with the Code

As an ACM member I will ….
4.1.     Uphold and promote the principles of this Code.
4.2.     Treat violations of this code as inconsistent with membership in the ACM.

19.   BluePrint Pengembangan SDM TIK Bidang Kominfo

Pengertian Media Pembelajaran

Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah, perantara atau pengantar. Dalam kata lain media adalah segala sesuatu yang dapat diindra yang berfungsi sebagai perantara/sarana/alat dalam proses belajar mengajar. Sedangkan media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dan merangsang terjadinya proses belajar pada siswa.
Menurut Gagne’ dan Briggs secara implisit mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari antara lain buku, tape recorder, kaset, video camera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan computer. Dengan kata lain media adalah komponen sumber belajar atau wahana fisik yang mengandung materiinstruksional di lingkungan siswa yang dapat merangsang siswa untuk belajar.
Di lain pihak, National Education Association memberikan definisi media sebagai bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio-visual dan peralatannya; dengan demikian, media dapat dimanipulasi, dilihat, didengar, atau dibaca.
Penggunaan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar sudahdilakukan oleh Nabi Muhammad SAW. Selaku pendidik terbaik. Karenatelah mendapatkan pendidikan yang paling baik, yaitu dari Allah SWT. Yang terdapat dalam Al-Qur’an (QS. 96:1-5) yang Artinya: (1) Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhan-Mu yang menciptakan, (2) Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah, (3) Bacalah, dan tuhan-mulah yang maha pemurah, (4) yang mengajar (manusia) dengan perantara kalam, (5) Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.
Ayat tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran tidak hanya diaplikasikan pada zaman sekarang melainkan sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Hal ini dapat dilihat dari kata”Bil qolam” yang artinya “dengan perantara qalam” maksud dari lafad tersebut adalah Allah memerintah Nabi untuk mengajarkan manusia dengan perantara kalam (baca tulis) yang mana baca tulis adalah termasuk salah satu media yang digunakan dalam pembelajaran.

Definisi Belajar

Belajar adalah sebuah proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, ketrampilan, daya pikir, dan kemampuan-kemampuan yang lain.


Berikut ini adalah pengertian dan definisi belajar menurut beberapa ahli"

# NASUTION
Belajar adalah menambah dan mengumpulkan sejumlah pengetahuan


# ERNEST H. HILGARD
Belajar adalah dapat melakukan sesuatu yang dilakukan sebelum ia belajar atau bila kelakuannya berubah sehingga lain caranya menghadapi sesuatu situasi daripada sebelum itu


# NOTOATMODJO
Belajar adalah usaha untuk menguasai segala sesuatu yang berguna untuk hidup


# AHMADI A.
Belajar adalah proses perubahan dalam diri manusia


# OEMAR H.
Belajar adalah bentuk pertumbuhan atau perubahan dalam diri seseorang yang dinyatakan dalam cara-cara berperilaku yang baru berkat pengalaman dan latihan


# CRONBACH
Belajar sebaik-baiknya adalah dengan mengalami dan dalam mengalami itu menggunakan panca indranya


# WINKEL
Belajar adalah suatu aktivitas mental / psikis yang berlangsung dalam interaksi aktif dengan lingkungan, yang menghasilakn perubahan - perubahan dalam pengetahuan, pemahaman, ketrampilan, dan sikap-sikap


# NOEHI NASUTION
Belajar adalah suatu proses yang memungkinkan timbulnya atau berubahnya suatu tingkah laku sebagai hasil terbentuknya respon utama, dengan syarat bahwa perubahan atau munculnya perilaku baru itu bukan disebabkan oleh adanya kematangan atau adanya perubahan sementara karena suatu hal


# SNELBECKER
Belajar adalah harus mencakup tingkah laku dari tingkat yang paling sederhana sampai yang kompleks dimana proses perubahan tersebut harus bisa dikontrol sendiri atau dikontrol oleh faktor-faktor eksternal


# WHITERINGTON
Belajar adalah suatu proses perubahan dalam kepribadian sebagaimana dimanifestasikan dalam perubahan penguasaan pola-pola respontingkah laku yang baru nyata dalam perubahan ketrampilan, kebiasaan, kesanggupan, dan sikap

Internet

1.Pengertian Internet

Internet dapat diartikan sebagai jaringan komputer luas dan besar yang mendunia, yaitu menghubungkan pemakai komputer dari suatu negara ke negara lain di seluruh dunia, dimana di dalamnya terdapat berbagai sumber daya informasi dari mulai yang statis hingga yang dinamis dan interaktif.

2. Sejarah internet

Berikut sejarah kemunculan dan perkembangan internet.
Sejarah intenet dimulai pada 1969 ketika Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency(DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset tentang bagaimana caranya menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program e-mail yang ia ciptakan setahun yang lalu untuk ARPANET. Program e-mail ini begitu mudah sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama, icon @juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukkan "at" atau "pada". Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran internet. Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex.
Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan e-mail dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network. Pada 1979, Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET. Tahun 1981 France Telecom menciptakan gebrakan dengan meluncurkan telpon televisi pertama, dimana orang bisa saling menelpon sambil berhubungan dengan video link.
Karena komputer yang membentuk jaringan semakin hari semakin banyak, maka dibutuhkan sebuah protokol resmi yang diakui oleh semua jaringan. Pada tahun 1982 dibentuk Transmission Control Protocol atau TCP dan Internet Protokol atau IP yang kita kenal semua. Sementara itu di Eropa muncul jaringan komputer tandingan yang dikenal dengan Eunet, yang menyediakan jasa jaringan komputer di negara-negara Belanda, Inggris, Denmark dan Swedia. Jaringan Eunet menyediakan jasa e-mail dan newsgroup USENET.
Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan sistem nama domain, yang kini kita kenal dengan DNS atau Domain Name System. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987 jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat manjadi 10.000 lebih.
Tahun 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan sekaligus memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Setahun kemudian, jumlah komputer yang saling berhubungan kembali melonjak 10 kali lipat dalam setahun. Tak kurang dari 100.000 komputer kini membentuk sebuah jaringan. Tahun 1990 adalah tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang bisa menjelajah antara satu komputer dengan komputer yang lainnya, yang membentuk jaringan itu. Program inilah yang disebut www, atau Worl Wide Web.
Tahun 1992, komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer, dan di tahun yang sama muncul istilah surfing the internet. Tahun 1994, situs internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya virtual-shopping atau e-retail muncul di internet. Dunia langsung berubah. Di tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus kelahiran Netscape Navigator 1.0.

3. Manfaat internet


Secara umum ada banyak manfaat yang dapat diperoleh apabila seseorang mempunyai akses ke internet .Berikut ini sebagian dari apa yang tersedia di internet: 1. Informasi untuk kehidupan pribadi :kesehatan, rekreasi, hobby, pengembangan pribadi, rohani, sosial. 2. Informasi untuk kehidupan profesional/pekerja :sains, teknologi, perdagangan, saham, komoditas, berita bisnis, asosiasi profesi, asosiasi bisnis, berbagai forum komunikasi. Satu hal yang paling menarik ialah keanggotaan internet tidak mengenal batas negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor faktor lain yang biasanya dapat menghambat pertukaran pikiran. Internet adalah suatu komunitas dunia yang sifatnya sangat demokratis serta memiliki kode etik yang dihormati segenap anggotanya. Manfaat internet terutama diperoleh melalui kerjasama antar pribadi atau kelompok tanpa mengenal batas jarak dan waktu.
Untuk lebih meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Indonesia, sudah waktunya para profesional Indonesia memanfaatkan jaringan internet dan menjadi bagian dari masyarakat informasi dunia.

B. Web Site atau Situs
1.Pengertian Web Site atau Situs


Situs dapat diartikan sebagai kumpulan halaman-halaman yang digunakan untuk menampilkan informasi, gambar gerak, suara, dan atau gabungan dari semuanya itu baik yang bersifat statis maupun dinamis yang membentuk satu rangkaian bangunan yang saling terkait dimana masing-masing dihubungkan dengan link-link. 2. Unsur-Unsur Web Site atau Situs


Untuk membangun situs diperlukan beberapa unsur yang harus ada agar situs dapat berjalan dengan baik dan sesuai yang diharapkan. Unsur-unsur yang harus ada dalam situs antara lain: a. Domain Name Domain name atau biasa disebut nama domain adalah alamat permanen situs di dunia internet yang digunakan untuk mengidentifikasi sebuah situs atau dengan kata lain domain name adalah alamat yang digunakan untuk menemukan situs kita pada dunia internet. Istilah yang umum digunakan adalah URL. Contoh sebuah URL adalah http://www.octa_haris.tripod.com--dapat juga tanpa www--
Ada banyak macam nama domain yang dapat kita pilih sesuai dengan keinginan. Berikut beberapa nama domain yang sering digunakan dan tersedia di internet:
1. Generic Domains(gTLDs)


Merupakan domain name yang berakhiran
dengan .Com .Net .Org .Edu .Mil atau .Gov. Jenis domain ini sering juga disebut top level domain dan domain ini tidak berafiliasi berdasarkan negara, sehingga siapapun dapat mendaftar.
Ø.com : merupakan top level domain yang ditujukan untuk kebutuhan "commercial".
Ø.edu : merupakan domain yang ditujukan untuk kebutuhan dunia pendidikan (education)
Ø.gov : merupakan domain untuk pemerintahan (government)
Ø.mil : merupakan domain untuk kebutuhan angkatan bersenjata (military)
Ø.org : domain untuk organisasi atau lembaga non profit (Organization). 2. Country-Specific Domains (ccTLDs)


Yaitu domain yang berkaitan dengan dua huruf ekstensi, dan sering juga disebut second level domain, seperti .id(Indonesia), .au(Australia), .jp(Jepang) dan lain lain. Domain ini dioperasikan dan di daftarkan dimasing negara. Di Indonesia, domain-domain ini berakhiran, .co.id, .ac.id, .go.id, .mil.id, .or.id, dan pada akhir-akhir ini ditambah dengan war.net.id, .mil.id, dan web.id. Penggunaan dari masing-masing akhiran tersebut berbeda tergantung pengguna dan pengunaannya, antara lain:
Ø.co.id : Untuk Badan Usaha yang mempunyai badan hukum sah
Ø.ac.id : Untuk Lembaga Pendidikan
Ø.go.id : Khusus untuk Lembaga Pemerintahan Republik Indonesia
Ø.mil.id : Khusus untuk Lembaga Militer Republik Indonesia
Ø.or.id : Untuk segala macam organisasi yand tidak termasuk dalam kategori "ac.id","co.id","go.id","mil.id" dan lain
Ø.war.net.id : untuk industri warung internet di Indonesia
Ø.sch.id : khusus untuk Lembaga Pendidikan yang menyelenggarakan pendidikan seperti SD, SMP dan atau SMU
Ø.web.id : Ditujukan bagi badan usaha, organisasi ataupun perseorangan yang melakukan kegiatannya di Worl Wide Web.
Nama domain dari tiap-tiap situs di seluruh dunia tidak ada yang sama sehingga tidak ada satupun situs yang akan dijumpai tertukar nama atau tertukar halaman situsnya. Untuk memperoleh nama dilakukan penyewaan domain, biasanya dalam jangka tertentu(tahunan). b. Hosting
Hosting dapat diartikan sebagai ruangan yang terdapat dalam harddisk tempat menyimpan berbagai data, file-file, gambar dan lain sebagainya yang akan ditampilkan di situs. Besarnya data yang bisa dimasukkan tergantung dari besarnya hosting yang disewa/dipunyai, semakin besar hosting semakin besar pula data yang dapat dimasukkan dan ditampilkan dalam situs.
Hosting juga diperoleh dengan menyewa. Besarnya hosting ditentukan ruangan harddisk dengan ukuran MB(Mega Byte) atau GB(Giga Byte).Lama penyewaan hosting rata-rata dihitung per tahun. Penyewaan hosting dilakukan dari perusahaan-perusahaan penyewa web hosting yang banyak dijumpai baik di Indonesia maupun Luar Negri.
c. Scripts/Bahasa Program
Adalah bahasa yang digunakan untuk menerjemahkan setiap perintah dalam situs yang pada saat diakses. Jenis scripts sangat menentukan statis, dinamis atau interaktifnya sebuah situs. Semakin banyak ragam scripts yang digunakan maka akan terlihat situs semakin dinamis, dan interaktif serta terlihat bagus. Bagusnya situs dapat terlihat dengan tanggapan pengunjung serta frekwensi kunjungan.
Beragam scripts saat ini telah hadir untuk mendukung kualitas situs. Jenis jenis scripts yang banyak dipakai para designer antara lain HTML, ASP, PHP, JSP, Java Scripts, Java applets dsb. Bahasa dasar yang dipakai setiap situs adalah HTML sedangkan ASP dan lainnya merupakan bahasa pendukung yang bertindak sebagai pengatur dinamis, dan interaktifnya situs.
Scripts ASP, PHP, JSP atau lainnya bisa dibuat sendiri, bisa juga dibeli dari para penjual scripts yang biasanya berada di luar negri. Harga Scripts rata-rata sangat mahal karena sulitnya membuat, biasanya mencapai puluhan juta. Scripts ini biasanya digunakan untuk membangun portal berita, artikel, forum diskusi, buku tamu, anggota organisasi, email, mailing list dan lain sebagainya yang memerlukan update setiap saat. Khusus Jilbab Online menggunakan bahasa ASP(Active Server Pages).
d. Design Web
Setelah melakukan penyewaan domain dan hosting serta penguasaan scripts, unsur situs yang paling penting dan utama adalah design. Design web sangat menentukan kualitas dan keindahan situs. Design sangat berpengaruh kepada penilaian pengunjung akan bagus tidaknya sebuah web site.
Untuk membuat situs biasanya dapat dilakukan sendiri atau menyewa jasa web designer. Saat ini sangat banyak jasa web designer, terutama di kota-kota besar. Perlu diketahui bahwa kualitas situs sangat ditentukan oleh kualitas designer. Semakin banyak penguasaan web designer tentang beragam program/software pendukung pembuatan situs maka akan dihasilkan situs yang semakin berkualitas, demikian pula sebaliknya. Jasa web designer ini yang umumnya memerlukan biaya yang tertinggi dari seluruh biaya pembangunan situs dan semuanya itu tergantu ng kualitas designer.
e. Publikasi
Keberadaan situs tidak ada gunanya dibangun tanpa dikunjungi atau dikenal oleh masyarakat atau pengunjung internet. Karena efektif tidaknya situs sangat tergantung dari besarnya pengunjung dan komentar yang masuk. Untuk mengenalkan situs kepada masyarakat memerlukan apa yang disebut publikasi atau promosi.
Publikasi situs di masyarakat dapat dilakukan dengan berbagai cara seperti dengan pamlet-pamlet, selebaran, baliho dan lain sebagainya tapi cara ini bisa dikatakan masih kurang efektif dan sangat terbatas. cara yang biasanya dilakukan dan paling efektif dengan tak terbatas ruang atau waktu adalah publikasi langsung di internet melalui search engine-search engine(mesin pencari, spt : Yahoo, Google, Search Indonesia, dsb)
Cara publikasi di search engine ada yang gratis dan ada pula yang membayar. Yang gratis biasanya terbatas dan cukup lama untuk bisa masuk dan dikenali di search engine terkenal seperti Yahoo atau Google. Cara efektif publikasi adalah dengan membayar, walaupun harus sedikit mengeluarkan akan tetapi situs cepat masuk ke search engine dan dikenal oleh pengunjung.
3. Pemeliharaan Web Site atau Situs


Untuk mendukung kelanjutan dari situs diperlukan pemeliharaan setiap waktu sesuai yang diinginkan seperti penambahan informasi, berita, artikel, link, gambar atau lain sebagainya. Tanpa pemeliharaan yang baik situs akan terkesan membosankan atau monoton juga akan segera ditinggal pengunjung. Pemeliharaan situs dapat dilakukan per periode tertentu seperti tiap hari, tiap minggu atau tiap bulan sekali secara rutin atau secara periodik saja tergantung kebutuhan(tidak rutin). Pemeliharaan rutin biasanya dipakai oleh situs-situs berita, penyedia artikel, organisasi atau lembaga pemerintah. Sedangkan pemeliharaan periodik bisanya untuk situs-situs pribadi, penjualan/e-commerce, dan lain sebagainya

Sistem Komputer

2.1. Perangkat Keras Komputer ( Hard Ware )
Seluruh komponen peralatan komputer yang membentuk suatu system komputer dan peralatan lainnya yang memungkinkan komputer melakukan tugasnya. (secara Fisik)
Bagian dari Hard Ware terdiri dari :
a. Keyboard
Keyboard adalah perangkat yang mempunyai tuts seperti mesin ketik. Jenis Keyboard : Serial, PS/2, USB.
Merk Keyboard : Wireless, Acer, Logitech, Deluxe, dll
b. Mouse
Mouse adalah perangkat yang berfungsi menggerakkan pointer, menujuk perintah atau program pada layar monitor. Jenis mouse : Serial, PS/2, USB. Merk mouse : Quantum, Genius, Logitech, dll
c. Scanner
Scanner adalah alat untuk menkonversi gambar manual menjadi gambar digital. Merk Scanner : Canon, HP, Winpro,Umax, Mustex, Acer,dll
d. Floppy Disk Drive
Floppy Disk Drive adalah alat untuk membaca data (perekam) data disimpan diluar (DISKET). Merk Floppy Disk Drive : Panasonic, Sony, Samsung, Teac,dll
e. CD Rom
CD-ROM adalah alat pengolah CD atau VCD pada komputer. Kemampuan CD-ROM : 24x, 36x, 40x, 52x, 56x. Merk CD-ROM : Creative, Teac, Philips, LG, Samsung, Sony, Asus,dll
f. Casing
Casing adalah kotak pembungkus komputer dengan bentuk casing desktop (horizontal), tower (vertical). Merk casing : Dalmatian, Simbada, Energi.dll
g. Power Supply
Power Supply adalah sebuah perangkat yang berfungsi menyalurkan arus listrik ke berbagai peralatan komputer
didalam CPU. Jenis power suppy : power supply AT konektor 12 pin, power supply AT X konektor 20 pin.
h. Motherboard
Motherboard adalah perangkat terpenting didalam komputer yang dijadikan media atau tempat memasang seperti : Processor, memori, VGA, Sound Card, dll. Merk Motherboard : intel, Iwill, Abit, Asus, Elite, Soyo, Jetway,MSI, DFI, dll
i. Processor
Processor adalah sebuah Chip ( mikro processor) yang merupakan otak pusat pengendali berbagai perangkat komputer. Merk Processor : IBM, IDT, Intel, Cyrix, AMD,dll
j. Memori
Memori adalah perangkat yang berfungsi mengolah data dan intruksi (kecepatan). Merk Memori : AMI, Visipro, Miron,dll
k. Cadr VGA
Card VGA adalah perangkat berupa rangkaian elektronik berbentuk seperti kartu, yang berfungsi menghubungkan motherboard dengan monitor. Merk Card VGA : S3, Riva TNT, SIS ELSA, Asus, Matrox, Ati Rage, dll
l. Card I/O
Card I/O adalah sebuah card yang berfungsi menghubungkan motherboard dengan alat input dan alat output. (Hard Disk, Floppy Disk, Mouse, Printer)
m. Sound Card
Sound Card adalah perangkat multimedia yang berfungsi mengolah suara pada komputer. Jenis Sound Card : ISA 8 bit, ISA 16 bit, EISA, PCI. Merk : Creative, Vibra, Yamaha,dll
n. Hard Disk
Hard Disk adalah perangkat komputer yang berfungsi menyimpan data, yang terletak didalam dengan kapasitas besar. Kapasitas hard diak : 540 MB, 850 MB, 1,2 GB, 10 GB, 40 GB, 50 GB, dll
o. Modem
Modem adalah sebuah perangkat komputer yang mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital dalam jaringan internet. Jenis modem : Modem Internal, Modem External. Merk modem : Prolink, Rockwell, Origo, US Robatic,dll
p. Kabel
Kabel adalah sekumpulan baris kabel yang berfungsi menghubungkan komponen yang satu dengan yang lain. Seperti hubungan Hard Disk, Floppy Disk Drive dengan Motherboard dan sebagainya.
q. Monitor
Monitor adalah alat yang berfungsi untuk menampilkan data atau informasi dalam bentuk teks dan grafik. Jenis monitor : VGA, SVGA, XGA. Merk monitor : Sony, LG, Samsung,Phillips, Vistec, GTC, SPC, dll
r. Printer
Printer adalah alat untuk mencetak hasil kerja komputer. Jenis printer : dot metrik, desk jet, laser jet, ink jet,dll. Merk printer : HP, Canon, Apollo, Lexmark, dll
s. Speaker
Speaker adalah alat output suara. Merk speaker : Asus, Phillips, Altec, Genius, Turando,dll

2.2. Perangkat Lunak ( Soft Ware )
Seluruh komponen dari system pengolahan data diluar peralatan komponen yang dapat berupa system operasi, program operasi, paket programnya, sehingga ditulis untuk tujuan tertentu. (memfungsikan perangkat keras)
Contoh : Unix, CP/M Ms.Dos, Windows 1.0
Windows 95, Windows 98 Windows XP, dll
Perangkat lunak Bahasa yaitu : Program yang digunakan untuk menterjemahkan intruksi - intruksi

2.3. Perangkat Manusia ( Brain Ware )
Brain ware adalah manusia yang mempunyai profesi yang berkaitan langsung dengan komputer. Yang termasuk bagian perangkat manusia adalah
Operator : orang yang mengoperasikan seluruh
program komputer dan mengolah data
 Data Entry : orang bertugas memasukkan data
 Sistem Analis : orang yang bertugas menganalisa,
merancang system komputer
 Programmer : orang yang membuat program aplikasi

Hakikat Komputer

1.1. Definisi Komputer
Menurut bahasa , Komputer berasal dari bahasa latin “COMPUTARE” atau to Compute yang artinya Menghitung (alat hitung), tetapi dalam perkembangannya, komputer mengalami peningkatan fungsi dengan berkembang pesatnya Tehnologi Informasi dan Electonika (TIE), arti menghitung hanya bagian kecil dari proses pengolahan data hingga menghasilkan sebuah informasi.

1.2. Pengertian Data dan Informasi
Data adalah : Sekumpulan angka – angka maupun karakter – karakter yang tidak memiliki arti. Data dapat diolah sehingga menghasilkan informasi
Jadi informasi adalah hasil pengolahan data yang dapat memberikan gambaran yang berarti dari suatu peristiwa.
Proses pengolah data hingga menjadi sebuah informasi pada system komputer terdiri dari 3 bagian pokok yaitu :
Unit Input (Pemasuk Data) : Keyboard, Mouse,Scaner,dll
Unit Proses (Memproses) : CPU (Central Processing Unit)
Unit Output (Menampilkan) : Monitor, Printer, dll

1.3. Sejarah Perkembangan Komputer
Perkembangan komputer banyak ditentukan oleh berkembangnya komponen elektronik sebagai komponen dasar dari alat pemroser data. Diawali dari penggunaan system tabung (Vacum Tube) kemudian transistor, Intreted Circuit (IC) dan Chip
Generasi Pertama ( 1946 – 1950 )
Dibuat tahun 1846 oleh Prof. Dr. Jhon W. Mauchly dan Prospek Eckert. Di University of Pennsylvania dan diberi nama ENIAC (Electrical Numerical Integration and Calculator). Generasi pertama selain ENIAC ialah : Harvard Mark II, EDSAC (Electronic Delayed Storage Automatic Computer)

Generasi Kedua ( 1959 – 1964 )
Generasi ini menggunakan Transistor sebagai komponen utama dengan menggunakan program FORTRAN, COBOL, ALGOL, Dengan ukuran kecil, lebih cepat, dan daya sedikit dibandingkan generasi pertama. Yang termasuk generasi kedua : IBM 401, IBM 1602, IBM 709 h, IBM 7070, IBM 7080, UNIVAC III.

Generasi Ketiga ( 1964 – 1970 )
Generasi ini menggunakan Integrated Circuit ( IC ) sebagai komponen utamanya, kecepatannya 10.000 kali generasi pertama, kapasitas memori lebih besar, listrik kecil dan dapat komonikasi dengan komputer lain. Yang termasuk generasi ketiga : IBM S/360, UNIVAC 1108, NCR, GE 600, GE 235, CDC 3000.

Generasi Keempat ( 1970 – 1998 )
Generasi ini menggunakan Large Scale Integration ( LSI ) atau pemadatan beribu – ribu IC menjadi Chip. Lsi dikembangkan menjadi VLSI (Very Large Scale Integration) dengan menggabungkan ratusan Chip menjadi micro processor. Yang termasuk generasi keempat : IBM 370, Intel 4004, IBM PC/XT.

Generasi Kelima ( 1998 … Sekarang )
Generasi ini dipelopori oleh ICOT ( Institut for new Computer Tehnology ) dengan pengembangan VLSI pada Chip ke Josepshon Junction dan dapat memproses data pada scala triyun perdetik.Yang termasuk generasi kelima : Intel Pentium III, Intel Pentium IV dengan jaringan Net Work.

Supervisi Pendidikan

A. PENGERTIAN, FUNGSI, DAN PERAN SUPERVISI PENDIDIKAN
1. Pengertian Supervisi
Ada beberapa istilah yang sering dijumpai dalam praktek yang isi kegiatannya mirip dengan supervisi, yaitu :
a. Inspeksi, berasal dari istilah Bahasa Belanda inspectie, atau dalam Bahasa Inggris inspection. Berarti pengawasan, yang terbatas kepada pengertian mengawasi apakah bawahan (dalam hal ini guru) menjalankan apa yang telah diinstruksikan oleh atasannya, dan bukan berusaha membantu guru itu (Ngalim Purwanto, 1990). Orang yang melakukan inspeksi disebut inspektur. Inspektur pendidikan bertugas untuk melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan sekolah, mulai dari keberhasilan sekolah, masalah ketatausahaan, masalah kemuridan, keuangan, dan sebagainya sampai kepada proses belajar mengajar.

b. Penilikan dan Pengawasan, mempunyai pengertian suatu kegiatan yang bukan hanya mencari kesalahan objek pengawasan itu semata-mata, tetapi juga mencari hal-hal yang sudah baik, untuk dikembangkan lebih lanjut. Pengawas bertugas melakukan pengawasan, dengan memperhatikan komponen sistem sekolah dan peristiwa yang terjadi di dalam hal-hal yang kurang baik dicatat dan disampaikan kepada sekolah atau guru, untuk mendapatkan perhatian kesempurnaannya, sedang untuk hal-hal yang sudah baik perlu dipertahankan atau ditingkatkan lebih lanjut.
Di dalam Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 1992, Pasal 20 dibedakan istilah pengawas (yang dipakai untuk menunjukkan tugasnya pada jalur pendidikan sekolah) dan penilik (yang dipakai untuk menunjukkan tugasnya pada jalur pendidikan luar sekolah).


c. Monitoring, berarti kegiatan pengumpulan data tentang suatu kegiatan sebagai bahan untuk melaksanakan penilaian. Monitoring merupakan suatu kegiatan yang ditujukan untuk mengetahui apa adanya tentang suatu kegiatan.
d. Penilaian, atau evaluasi, merupakan suatu proses membandingkan keadaan kuantitatif atau kualitatif suatu objek dengan kriteria tertentu yang sudah ditetapkan sebelumnya. Evaluasi dimaksudkan untuk melihat apakah dengan sumber yang tersedia, sesuatu kegiatan telah mengikuti proses yang ditetapkan serta mencapai hasil yang diinginkan.
1) Penilaian tentang keefektifan yaitu penilaian dengan membandingkan antara apa yang dicapai dengan apa yang ditargetkan.
2) Penilaian tentang efisiensi yaitu penilaian dengan membandingkan antara apa yang dicapai dengan berapa banyak sumber yang dikorbankan untuk itu.
Pengertian supervisi mencakup arti yang terkandung dalam istilah-istilah tersebut. Supervisi juga memiliki arti yang lebih luas, yaitu pengertian bantuan dan perbaikan.
Pendapat para ahli tentang definisi supervisi, antara lain :
a. Daresh (1989) mendefinisikan supervisi sebagai suatu proses mengawasi kemampuan seseorang untuk mencapai tujuan organisasi.
b. Wiles (1955), mendefinisikannya sebagai bantuan dalam pengembangan situasi belajar-mengajar.
c. Lucio dan McNeil (1978) mendefinisikan tugas supervisi, yang meliputi:
1) Tugas perencanaan, yaitu untuk menetapkan kebijaksanaan dan program.
2) Tugas administrasi, yaitu pengambilan keputusan serta pengkoordinasian melalui konferensi dan konsultasi yang dilakukan dalam usaha mencari perbaikan kualitas pengajaran.
3) Partisipasi secara langsung dalam pengembangan kurikulum, yaitu dalam kegiatan merumuskan tujuan, membuat penuntun mengajar bagi guru, dan memilih isi pengalaman belajar.
4) Melaksanakan demonstrasi mengajar untuk guru-guru, serta
5) Melaksanakan penelitian.
d. Sergiovanni dan Starratt (1979) berpendapat bahwa tugas utama supervisi adalah perbaikan situasi pengajaran.
Berdasarkan arti morfologis, supervisi berasal dari Bahasa Inggris, supervision (super artinya atas, vision artinya visi), yang berarti lihat dari atas. Menurut arti semantik, supervisi pendidikan adalah pembinaan yang berupa bimbingan atau tuntunan ke arah perbaikan situasi pendidikan pada umumnya dan peningkatan mutu mengajar dan belajar pada khususnya.
Menurut pengertian tersebut, dapat disimpulkan bahwa supervisi adalah semua usaha yang dilakukan oleh supervisor untuk memberikan bantuan kepada guru dalam memperbaiki pengajaran. Kegiatan supervisi bertujuan untuk memperbaiki proses dan hasil belajar-mengajar.
2. Fungsi dan Peran Supervisi
Tugas seorang supervisor bukan untuk mengadili tetapi untuk membantu, mendorong, dan memberikan keyakinan kepada guru, bahwa proses belajar-mengajar dapat dan harus diperbaiki. Pengembangan berbagai pengalaman, pengetahuan, sikap, dan keterampilan guru harus dibantu secara profesional sehingga guru tersebut dapat berkembang dalam pekerjaannya.
Kegiatan supervisi dilaksanakan melalui berbagai proses pemecahan masalah pengajaran. Tujuannya adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar. Dengan demikian, ciri utama supervisi adalah perubahan, dalam pengertian peningkatan ke arah efektifitas dan efisiensi proses belajar-mengajar secara terus-menerus.
Ada dua jenis supervisi dilihat dari peranannya dalam perubahan itu, yaitu:
a. Supervisi traktif, artinya supervisi yang hanya berusaha melakukan perubahan kecil karena menjaga kontinuitas. Misalnya dapat dilihat dari kegiatan rutin seperti pertemuan rutin dengan guru-guru untuk membicarakan kesulitan-kesulitan kecil, memberikan informasi tentang prosedur yang telah disepakati dan memberikan arahan dalam prosedur standar operasi (PSO) dalam suatu kegiatan.
b. Supervisi dinamik, yaitu supervisi yang diarahkan untuk mengubah secara lebih intensif praktek-praktek pengajaran tertentu. Tekanan dalam perubahan ini diletakkan kepada diskontinuitas, gangguan terhadap praktek yang ada sekarang untuk diganti dengan yang baru. Program seperti ini merupakan program baru yang mempengaruhi perilaku murid, guru, dan semua personel sekolah.
Fungsi dari supervisi pendidikan ialah:
a. Penelitian (research), yaitu untuk memperoleh gambaran yang jelas dan objektif tentang suatu situasi pendidikan, dapat berupa: 1) perumusan topik, 2) pengumpulan data, 3) pengolahan data, 4) konklusi hasil penelitian.
b. Penilaian (evaluation), lebih menekankan pada aspek positif daripada negatif.
c. Perbaikan (improvement), agar dapat mengetahui bagaimana situasi pendidikan/pengajaran pada umumnya dan situasi belajar mengajarnya.
d. Pembinaan, berupa bimbingan (guidance) ke arah pembinaan diri yang disupervisi.
B. PELAKSANAAN SUPERVISI
Dalam usaha mempertinggi efisiensi dan efektifitas proses pelaksanaan supervisi pendidikan, kegiatan supervisi tersebut perlu dilandasi oleh hal-hal sebagai berikut:
1. Kegiatan supervisi pendidikan harus dilandaskan atas filsafat Pancasila.
2. Pemecahan masalah supervisi harus dilandaskan kepada pendekatan ilmiah dan dilakukan secara kreatif.
3. Keberhasilan supervisi harus dinilai dari sejauh mana kegiatan tersebut menunjang prestasi belajar siswa dalam proses belajar-mengajar.
4. Supervisi harus dapat menjamin kontinuitas perbaikan dan perubahan program pengajaran.
5. Supervisi bertujuan mengembangkan keadaan yang favorable untuk terjadinya proses belajar-mengajar yang efektif.
Dalam kaitannya dengan perbaikan situasi belajar-mengajar, tugas seorang supevisor (Harris, 1975) adalah membantu guru dalam hal:
1. Pengembangan kurikulum. Kurikulum perlu diperbaiki dan dikembangkan secara terus-menerus. Tugas supervisor adalah membantu guru dalam melaksanakan penyesuaian dan perancangan pengalaman belajar dengan keadaan lingkungan dan siswa. Juga membantu dalam menyusun panduan dalam melaksanakan kurikulum, menentukan satuan pengajaran, merancang muatan lokal, dan merancang ko serta ekstra kurikulum.
2. Pengorganisasian pengajaran. Supervisor bertugas membantu pelaksanaan pengajaran sehingga siswa, guru, tempat, dan bahan pengajaran sesuai dengan waktu yang disediakan serta tujuan instruksional yang ditetapkan.
3. Pemenuhan fasilitas sesuai dengan rancangan proses belajar-mengajar.
4. Perancangan dan perolehan bahan pengajaran sesuai dengan rancangan kurikulum.
5. Perencanaan dan implementasi dalam meningkatkan pengalaman belajar dan unjuk kerja guru dalam melaksanakan pengajaran.
6. Pelaksanaan orientasi tentang suatu tugas atau cara baru dalam proses belajar-mengajar.
7. Pengkoordinasian antara kegiatan belajar-mengajar dengan kegiatan layanan lain yang diberikan sekolah/lembaga pendidikan kepada siswa.
8. Pengembangan hubungan dengan masyarakat dengan mengusahakan lalu lintas informasi yang bebas tentang hal yang berhubungan dengan kegiatan pengajaran.
9. Pelaksanaan evaluasi pengajaran, terutama dalam perencanaan, pembuatan instrument, pengorganisasian, dan penetapan prosedur untuk pengumpulan data, analisis dan interprestasi hasil pengumpulan data, serta pembuatan keputusan untuk perbaikan proses pengajaran.
Supervisor memiliki wewenang tertentu sesuai dengan tugas yang dilaksanakan. Wewenang tersebut adalah melaksanakan koreksi, memperbaiki, dan membina proses belajar-mengajar bersama guru, sehingga proses itu mencapai hasil maksimal.
C. TEKNIK SUPERVISI
Secara garis besar, tekknik supervisi dibedakan sebagai berikut:
1. Teknik perseorangan
Yang dimaksud teknik persorangan ialah supervisi yang dilakukan secara perseorangan, beberapa kegiatan yang dilakukan antara lain:
a) Mengadakan kunjungan kelas (classroom visitation), Kepala sekolah datang ke kelas untuk mengobservasi bagaimana guru mengajar. Dengan kata lain, untuk melihat apa kekurangan atau kelemahan yang sekirannya perlu diperbaiki.
b) Mengadakan kunjungan observasi (observation visits), Guru-guru ditugaskan untuk mengamati seorang guru yang sedang mendemonstrasikan cara-cara mengajar suatu mata pelajaran tertentu. Kunjungan observasi dapat dilakukan di sekolah sendiri atau dengan mengadakan kunjungan ke sekolah lain.
c) Membimbing guru tentang cara-cara mempelajari pribadi siswa atau mengatasi problema yang dialami siswa.
d) Membimbing guru dalam hal yang berhubungan dengan pelaksanaan kurikulum sekolah, antara lain: menyusun program semester, membuat program satuan pelajaran, mengorganisasi kegiatan pengelolaan kelas, melaksanakan teknik-teknik evaluasi pembelajaran, menggunakan media dan sumber dalam proses belajar mengajar, dan mengorganisasi kegiatan siswa dalam bidang ekstrakurikuler.
2. Teknik Kelompok
Teknik kelompok ialah supervisi yang dilakukan secara kelompok, beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:
a) Mengadakan pertemuan atau rapat (meeting), Seorang kepala sekolah menjalankan tugasnya berdasarkan rencana yang telah disusun. Termasuk mengadakan rapat-rapat secara periodik dengan guru-guru, dalam hal ini rapat-rapat yang diadakan dalam rangka kegiatan supervisi.


b) Mengadakan diskusi kelompok (group discussions), Diskusi kelompok dapat diadakan dengan membentuk kelompok-kelompok guru bidang studi sejenis. Di dalam setiap diskusi, supervisor atau kepala sekolah memberikan pengarahan, bimbingan, nasihat-nasihat dan saran-saran yang diperlukan.
c) Mengadakan penataran-penataran (inservice-training), Teknik ini dilakukan melalui penataran-penataran, misalnya penataran untuk guru bidang studi tertentu. Mengingat bahwa penataran pada umumnya diselenggarakan oleh pusat atau wilayah, maka tugas kepala sekolah adalah mengelola dan membimbing pelaksanaan tindak lanjut (follow-up) dari hasil penataran.
Pendekatan dan teknik dalam supervisi yang didasarkan atas aliran-aliran psikologi yang menjelaskan tentang proses belajar ialah:
1. Pendekatan Humanistik
Dalam proses pembinaan, guru mengalami prekebangan secara terus-menerus, dan program supervisi harus dirancang untuk mengikuti pola perkembangan itu. Tugas supervisor adalah membimbing sehingga makin lama guru makin dapat berdiri sendiri dan berkembang dalam jabatannya dengan usaha sendiri. Dorongan dapat berasal dari dorongan yang bersifat fisiologis (misalnya mencari tambahan penghasilan) secara berangsur-angsur dorongan belajar harus datang dari dalam, yaitu karena guru merasa bahwa belajar merupakan kewajiban yang harus dilakukan dalam tugasnya.
Teknik supervisi yang digunakan oleh para supervisor yang menggunakan pendekatan humanistik tidak mempunyai format yang standar, tetapi tergantung kepada kebutuhan guru.Jika tahapan supervisi dibagi menjadi beberapa bagian (pembicaraan awal), observasi, analisis, dan interpretasi serta pembicaraan akhir, maka supervisi dilakukan sebagai berikut:
b. Pembicaraan awal. Supervisor memancing apakah dalam mengajar guru menemui kesulitan. Pembicaraan dilakukan secara informal. Jika dalam pembicaraan ini guru tidak minta dibantu, maka proses supervisi akan berhenti. Ini disebut dengan titik lanjutan atau berhenti (go-or-no-point).
c. Observasi. Jika guru perlu bantuan, supervisor mengadakan observasi kelas. Dalam observasi, supervisor masuk kelas dan duduk di belakang tanpa mengambil catatan. Ia mengamati kegiatan kelas.
d. Analisis dan interpretasi. Sesudah melakukan observasi, supervisor kembali ke kantor memikirkan kemungkinan kekeliruan guru dalam melaksanakan proses belajar-mengajar. Jika menurut supervisor, guru telah menemukan jawaban maka supervisor tidak akan memberi nasihat kalau tidak diminta. Apabila diminta nasihat, supervisor hanya melukiskan keadaan kelas tanpa memberikan penilaian. Kalau diminta saran, supervisor akan memberikan kesempatan kepada guru untuk mencoba cara lain yang kiranya tepat dalam upaya mengatasi kesulitannya.
e. Pembicaraan akhir. Jika perbaikan telah dilakukan, pada periode tertentu guru dan supervisor mengadakan pembicaraan akhir. Dalam pembicaraan akhir ini, supervisor berusaha membicarakan apa yang sudah dicapai guru, dan menjawab kalau ada pertanyaan dan menanyakan kalau-kalau guru perlu bantuan lagi.
f. Laporan. Laporan disampaikan secara deskriptif dengan interpretasi berdasarkan judgment supervisor. Laporan ini ditulis untuk guru, kepala sekolah atau atas kepala sekolah (Kakandep), untuk bahan perbaikan selanjutnya.
2. Pendekatan Kompetensi
Pendekatan ini mempunyai makna bahwa harus mempunyai kompetensi tertentu untuk melaksanakan tugasnya. Pendekatan kompetensi didasarkan atas asumsi, bahwa tujuan supervisi adalah membentuk kompetensi minimal yang harus dikuasai guru. Tugas supervisor adalah menciptakan lingkungan yang sangat terstruktur sehingga secara bertahap guru dapat menguasai kompetensi yang dituntut dalam mengajar. Situasi yang terstruktur antara lain meliputi adanya:
a. Definisi tentang tujuan kegiatan supervisi yang dilaksanakan untuk tiap kegiatan
b. Penilaian kemampuan mula guru dengan segala pirantinya.
c. Program supervisi yang dilakukan dengan segala rencana terinci tentang pelaksanaannya.
d. Monitoring kemajuan guru dan penilaian untuk mengetahui apakah program itu berhasil atau tidak.
Teknik supervisi yang menggunakan pendekatan kompetensi adalah sebagai berikut:
a) Menetapkan kriteria unjuk kerja yang dikehendaki.
b) Menetapkan target unjuk kerja. Target harus dinyatakan dalam bentuk tujuan yang dapat diamati dan dapat diukur. Dalam tahap ini pula telah disepakati secara garis besar bagaimana pengukuran prestasi guru itu dilakukan.
c) Menentukan aktivitas unjuk kerja. Dalam kegiatan ini, harus jelas jenis, jadwal, dan sumber yang perlu digunakan.
d) Memonitor kegiatan untuk mengetahui unjuk kerja. Dalam hal ini, supervisor dan guru harus sepakat tentang data apa yang akan dikumpulkan, kapan dikumpulkan, dan bagimana data itu dikumpulkan.
e) Melakukan penilaian terhadap hasil monitoring. Kegiatan ini merupakan kegiatan kolegial.
f) Pembicaraan akhir. Pembicaraan ini menyangkut diskusi secara intensif tentang pencapaian target, supervisor harus memusatkan perhatiannya untuk membantu guru melihat secara positif hasil penilaian itu. Dalam pembicaraan akhir harus dirumuskan tindak lanjut yang perlu dilakukan untuk meningkatkan unjuk kerja yang menjadi tanggung jawab guru.
Instrumen supervisi yang digunakan dalam pendekatan ini adalah format-format yang berisi: a. tujuan supervisi, b. target yang akan dicapai, c. tugas supervisor dan guru untuk memperbaiki unjuk kerja guru, d. kriteria pencapaian target, e. pengumpulan data monitoring, dan f. evaluasi dan tindak lanjut.



3. Pendekatan Klinis
Asumsi dasar pendekatan ini adalah bahwa proses belajar guru untuk berkembang dalam jabatannya tidak dapat dipisahkan dari proses belajar yang dilakukan guru itu. Pendekatan ini mengkombinasikan target yang terstruktur dan perkembangan pribadi.
Supervisi klinis adalah suatu proses tatap muka antara supervisor dengan guru yang membicarakan hal mengajar dan yang ada hubungannya dengan itu. Goldhammer, Anderson, dan Krajewski (1980) mengemukakan sembilan karakteristik supervisi klinis, yaitu:
a. Merupakan teknologi dalam memperbaiki pengajaran.
b. Merupakan intervensi secara sengaja ke dalam proses pengajaran.
c. Berorientasi kepada tujuan, mengombinasikan tujuan sekolah, dan mengembangkan kebutuhan pribadi.
d. Mengandung pengertian hubungan kerja antara guru dan supervisor.
e. Memerlukan saling kepercayaan yang dicerminkan dalam pengertian, dukungan, dan komitmen untuk berkembang.
f. Suatu usaha yang sistematik, namun memerlukan keluwesan dan perubahan metodologi yang terus menerus.
g. Menciptakan ketegangan yang kreatif untuk menjembatani kesenjangan antara keadaan real dan ideal.
h. Mengasumsikan bahwa supervisor mengetahui lebih banyak dibandingkan dengan guru.
i. Memerlukan latihan untuk supervisor.
Sasaran supervisi klinis adalah perbaikan pengajaran dan bukan perbaikan kepribadian guru. Supervisor diharapkan untuk mengajarkan berbagai keterampilan kepada guru yang meliputi antara lain:
1) Keterampilan mengamati dan memahami (mempersepsi) proses pengajaran secara analitis.
2) Keterampilan menganalisis proses pengajaran secara rasional berdasarkan bukti-bukti pengamatan yang jelas dan tepat.
3) Keterampilan dalam pembaruan kurikulum, pelaksanaan, serta pencobaannya.
4) Keterampilan dalam mengajar.
Sasaran supervisi klinis seringkali dipusatkan kepada:
a. Kesadaran dan kepercayaan diri dalam melaksanakan tugas mengajar
b. Keterampilan-keterampilan dasar yang diperlukan dalam mengajar (generic skills), yang meliputi: 1) keterampilan dalam menggunakan variasi dalam mengajar dan menggunakan stimulasi, 2) keterampilan melibatkan siswa dalam proses belajar, 3) keterampilan dalam mengelola kelas dan disiplin kelas.
Beberapa langkah dalam melaksanakan supervisi klinis yaitu:
1) Tahap pembicaraan pra-observasi.
Tahap ini memberi kesempatan kepada guru dan supervisor untuk mengidentifikasi keterampilan mana yang memerlukan perbaikan. Secara teknis diperlukan lima langkah dalam pelaksanaan pertemuan pendahuluan, yaitu: a) menciptakan suasana akrab antara supervisor dengan guru, b) melakukan tilik ulang rencana pelajaran serta tujuan pelajaran, c) melakukan tilik ulang komponen keterampilan yang akan dilatihkan dan diamati, d) memilih atau mengembangkan instrument observasi, e) membicarakan bersama untuk mendapatkan kesepakatan tentang instrumen observasi yang dipilih atau yang dikembangkan.
2) Tahap observasi
Guru melakukan latihan dalam tingkah laku mengajar yang dipilih dan disepakati dalam pertemuan pendahuluan, supervisor mengamati dan mencatat atau merekamnya. Supervisor juga dapat mengadakan observasi dan mencatat tingkah laku siswa di kelas serta interaksi antara guru dan siswa.
3) Tahap analisis dan penetapan strategi
Supervisor mengadakan analisis tentang hasil rekaman observasi. Tujuan tahap ini adalah mengartikan data yang diperoleh dan mererncanakan manajemen pertemuan yang akan diadakan dengan guru. Dalam melakukan anailis, supervisor harus menggunakan kategorisasi perilaku mengajar dan melihat data yang dikumpulkan itu atas kategori yang ditetapkan.
4) Pembicaraan tentang hasil
Tujuan pembicaraan ini adalah untuk memberikan balikan terhadap guru dalam memperbaiki perilaku mengajarnya, memeberikan imbalan dan perasaan puas, mendefinisikan isu dalam mengajar, memberikan bantuan kepada guru dalam memperbaiki teknik mengajar dan teknik mengembangkan diri sendiri. Langkah utama dalam tahap ini adalah:
a) Menanyakan perasaan guru secara umum atau kesan umum guru ketika ia mengajar serta memberi penguatan.
b) Melakukan tilik ulang tujuan pelajaran.
c) Melakukan tilik ulang target keterampilan serta perhatian utama guru.
d) Menanyakan perasaan guru tentang jalannya pengajaran berdasarkan target dan perhatian utamanya.
e) Menunjukkan data hasil rekaman dan memberi kesempatan kepada guru menafsirkan data tersebut.
f) Menginterpretasikan data rekaman secara bersama.
g) Menanyakan perasaan guru setelah melihat rekaman data tersebut.
h) Menyimpulkan hasil dengan melihat apa yang sebenarnya merupakan keinginan atau target guru dan apa yang sebenarnya telah terjadi atau tercapai.
i) Menentukan bersama-sama dan mendorong guru untuk merencanakan hal-hal yang perlu dilatih atau diperhatikan pada kesempatan berikutnya.
5) Analisis sesudah pembicaraan (post-conference)
Supervisor harus menilik ulang tentang apa yang telah dilakukan dalam menetapkan kriteria perilaku mengajar yang ditetapkan dalam pra-observasi dan kriteria yang dipakai supervisor dalam melakukan observasi. Juga perlu dibicarakan hasil evaluasi diri sendiri tentang keberhasilan supervisor dalam membantu guru.
4. Pendekatan Profesional
Asumsi dasar pendekatan ini adalah bahwa karena tugas utama profesi guru adalah mengajar maka sasaran supervisi juga harus mengarahkan pada hal-hal yang menyangkut tugas mengajar itu, dan bukan tugas guru yang sifatnya adminstratif. Asumsi ini dikembangkan dalam bentuk praktek di beberapa sekolah di Cianjur, berlangsung antara tahun 1979-1984, lalu kegiatan ini terkenal dengan nama Proyek Cianjur.
Dari penelitian terbatas tetapi mendalam (illuminative indepth study) yang dilakukan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Departemen P dan K pada awal 1979 diketahui bahwa terdapat kelemahan di berbagai segi pengajaran antara lain:
a. Guru mengalami kesulitan di dalam menyusun persiapan mengajar, melaksanakan pengajaran di kelas, mengelola kelas, dan mengelola peserta didik.
b. Terdapat kecenderungan bahwa pengajaran menekankan pada pengembangan aspek kognitif rendah (recall) sehingga tidak atau kurang mengembangkan proses berpikir divergen.
c. Kurang diperhatikannya perbedaan individual peserta didik sehingga mereka yang lambat belajar tidak dapat mengikuti pelajaran sedangkan mereka yang berkemampuan lebih tinggi tidak dapat mencapai hasil optimal.
Secara umum uji coba proyek Cianjur tersebut dapat dibedakan menjadi dua bagian besar, yaitu:
1) Uji coba pelayanan professional, yang akan diterangkan menurut bentuk dan isinya. Di dalam perkembangannya, layanan profesional dikenal juga dengan nama Pembinaan Profesional, dan gerak kerja serta mekanismenya secara keseluruhan disebut Sistem Pembinaan Profesional (SPP).


2) Uji coba peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan prinsip Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA) dan Pendekatan Keterampilan Proses (PKP).Uji coba ini juga menekankan penggunaan lingkungan sebagai sumber belajar.
Proyek Cianjur ini dikenal juga dengan Model Supervisi Pendidikan, atau Sistem Pelayanan Profesional. Lebih populer menunujuk pada dua bagian uji coba sekaligus, yaitu SPP-CBSA, Sistem Pembinaan Profesional (mengenai peningkatan kualitas belajar melalui) Cara Belajar Siswa Aktif (CBSA).
Asumsi dasar itu dikembangkan lebih terinci, sebagai berikut:
a. Kulaitas supervisi harus ditingkatkan dari yang sifatnya tradisional menjadi supervisi professional (mementingkan hal-hal yang menyangkut tugas pokok guru sebagai pengajar, bukan sebagai administrator).
b. Supervisi professional hanya dapat berlangsung baik jika hubungan antara guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah juga baik (bukan sebagai atasan dan bawahan tetapi sebagai sejawat).
c. Kepala dan pengawas sekolah harus memahami dengan seksama apa yang menjadi tugas guru dan factor-faktor yang mendukungnya.
d. Pembinaan kepada guru tidak cukup hanya dilakukan oleh kepala dan pengawas sekolah saja, tetapi juga harus dari sesama sejawat.
e. Apabila terjalin hubungan yang erat di antara sesama guru dan antara guru dengan kepala/pengawas sekolah maka pemberian supervisi akan semakin mudah dipahami.
Teknik supervisi profesional ialah:
a. Penataran yang diberikan kepada guru harus diberikan bersama dengan kepala sekolah (dan pengawas). Isi penataran bersama meliputi: 1) metode umum tentang pemanfaatan waktu belajar, perbedaan individual siswa, belajar aktif, belajar berkelompok, teknik bertanya dan umpan balik, 2) metode khusus IPA, matematika, IPS, dan bahasa, 3) pengalaman lapangan para petatar dalam menerapkan metode umum dan metode khusus, serta 4) pembinaan profesional.
b. Penugasan merupakan teknik pembinaan di dalam masing-masing sekolah maupun di dalam kelompok sekolah yang berdekatan.
c. KKG, KKKS, KKPS, dan PKG, dipergunakan sebagai wadah pengorganisasian dan pembinaan guru, kepala sekolah, dan pengawas sekolah untuk melakukan kegiatan peningkatan kualitas pengajaran.
KKG singkatan dari Kelompok Kerja Guru, berfungsi sebagai wadah untuk melakukan berbagai kegiatan penunjang kegiatan belajar-mengajar.
KKKS singkatan dari Kelompok Kerja Kepala Sekolah, berfungsi sebagai wadah koordinasi dalam upaya pembinaan mata pelajaran, proses belajar mengajar, dan hal lain yang berkenaan dengan pengelolaan sekolah umumnya dan pembinaan profesional khususnya.
KKPS singkatan dari Kelompok Kerja Pengawas Sekolah, berfungsi sebagai wadah diskusi, tukar menukar informasi dan pengalaman, mencari dan menemukan alternatif penyelesaian masalah yang dijumpai di sekolah, serta menetapkan keseragaman tindakan dalam pembinaan. PKG singkatan dari Pusat Kegiatan Guru, berfungsi sebagai tempat berlangsungnya KKG, KKKS, maupun KKPS.
Melalui penggugusan, KKG dan PKG maka langkah-langkah kegiatan pembinaan sebagai berikut:
a. Tahap Prapertemuan. Dalam tahap ini guru mengumpulkan data mengenai kesulitan pelaksanaan pengajaran dan dicatat sebagai masalah yang akan dibahas dalam pertemuan sejawat.
b. Tahap Pengajuan Masalah. Dalam tahap ini masing-masing guru peserta diskusi kelompok KKG mengajukan permasalahan yang sudah dituliskan di rumah atau di sekolah.
c. Tahap Pembahasan. Satu demi satu masalah yang diajukan oleh guru dibahas bersama.
d. Tahap Implementasi. Setelah mendapat alternatif pemecahan masalah dari kelompok diskusi sejawat, guru mencoba menerapkan alternatif tersebut di dalam praktek.
e. Tahap Pengumpulan Balikan. Pengalaman dalam mengimplementasikan alternative pemecahan masalah tersebut, dicatat oleh guru dalam buku tersendiri. Untuk alternatif yang sudah cocok dengan sasaran, dilaporkan dalam kesempatan diskusi kelompok berikutnya. Untuk alternatif yang belum cocok dengan sasaran, diajukan lagi dalam pertemuan untuk disempurnakan atau dicari penggantinya.
D. PERANAN GURU DALAM SUPERVISI
Supervisi pendidikan bertujuan untuk membantu guru dalam memperbaiki proses belajar mengajar melalui penigkatan kompetensi guru itu sendiri dalam melaksanakan tugas profesional mengajarnya. Guru hendaknya secara aktif memberikan masukan kepada supervisor tentang masalah yang dihadapi dalam mengajar.
Di dalam pelaksanaan supervisi, sikap kooperatif guru yang ditunjukkan pada fase perencanaan masih tetap diperlukan, malahan perlu ditingkatkan. Kesediaan guru untuk diobservasi dan dianalisis perilaku mengajarnya, serta kesediaan untuk berdialog dengan supervisor harus terus dikembangkan, sehingga guru dapat memperoleh manfaaat sebesar-besarnya dari proses supervisi.